Subscribe to My Blog

Featured Video

 
Selamat Datang di www.arismansuyendra.blogpsot.com, Mudah-mudahan blog ini bermanfaat, semoga tidak termasuk Riya dan Udzub ...Nauzubillah..    
 

TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget by ateonsoft.com Selamat Datang di www.arismansuyendra.blogpsot.com, Mudah-mudahan blog ini bermanfaat, semoga tidak termasuk Riya dan Udzub ...Nauzubillah..    
Memang ... clanaku memang bolong/jangan menuduh, yang penting bukannya nyolong/ Memang ... jaketku memang kotor/jangan menghina, yang penting bukan koruptor/aku memang aku, bukannya kalian/ tapi ku tak malu, karena ku tak pernah merampok orang ... menipu orang ....

Lirik sarkastis lagu lama Slank tersebut menggema lagi. Bukan di panggung konser atau di kamar-kamar para slanker, melainkan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ya, Senin (24/3) kemarin, Slank manggung di sana untuk memberi dukungan bagi pemberantasan korupsi.

Setelah Slank mengampanyekan pemberantasan narkoba yang merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime), kini Slank melanjutkan misinya untuk memberantas korupsi. Korupsi di Indonesia yang sudah sampai pada stadium akut juga termasuk extraordinary crime.

Di mata para personel Slank, korupsi bukan hanya kejahatan serius, tapi juga merupakan perilaku yang tidak nasionalis. Vokalis Slank, Kaka, menyebut para koruptor sebagai pengkhianat bangsa. ''Tolak korupsi! Piss,'' teriak Kaka saat manggung di lobi KPK.

Para personel Slank yang terdiri dari Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ridho (gitar), Abdee (gitar), dan Ivanka (bass) datang ke gedung yang paling ditakuti para koruptor itu sekitar pukul 12.00 WIB. Para rocker Gang Potlot itu ditemani penyanyi senior, Krisbiantoro.

Kedatangan Slank ke KPK tak ada kaitannya dengan penyelenggaraan konser. Tak ada urusan gawe. Mereka datang khusus untuk memberi dukungan kepada KPK. ''Jangan membuat korupsi semakin merajalela. Mari kita dukung KPK,'' ujar Kaka yang bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji.

Slank datang ke KPK di saat lembaga itu sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi. KPK sendiri telah memeriksa, menangkap, dan menahan mantan kapolri, Rusdihardjo; para petinggi Bank Indonesia (BI); jaksa; anggota DPR; ataupun orang dekat konglomerat.

Tiba di KPK, para personel Slank langsung menemui para pimpinan KPK. Pimpinan KPK yang menerima mereka adalah Chandra Martha Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Ketua KPK, Antasari Azhar, tak ada di tempat. Sekitar setengah jam, KPK-Slank melakukan pertemuan tertutup.

Usai pertemuan, mereka turun ke lobi. Di sana, sudah tersedia sound system komplet. Dalam pertunjukan sederhana bertajuk 'Bangkit Lawan Korupsi', para personel Slank menggebrak gedung KPK dengan musik cadas. Gedung yang biasanya tegang itu pun lumer untuk sementara waktu. Ada lima lagu dari berbagai album yang mereka mainkan dalam pertunjukan yang berlangsung sekitar setengah jam. Antara lain, "Apatis Blues", "Tong Kosong", dan "Memang".

''Memang, kantongku memang kering/ jangan menghina, yang penting bukannya maling ...,'' Kaka berteriak nyaring. Yang menjadi penonton konser itu adalah puluhan karyawan KPK, wartawan, pengunjung kantin KPK, dan para polisi. ''Kita, kalau disuruh ngomong kan tidak bisa. Karena itu, Slank mau terlibat dalam pemberantasan korupsi lewat musik,'' kata Bimbim.

Ketika Slank manggung di KPK, ada lima jaksa BLBI yang sedang diperiksa di sana. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, kelima jaksa itu masing-masing bernama Hendro, Amran, Adi, Eko, dan Yunika. ''Mestinya, enam orang yang datang. Tapi, satu orang, Yosef, tidak datang,'' katanya.

Pemeriksaan kelima jaksa itu merupakan pengembangan dari kasus penangkapan jaksa kasus BLBI, Urip Tri Gunawan, dan orang dekat Sjamsul Nursalim, Artalyta Suryani. Kasus BLBI yang merugikan uang rakyat senilai ratusan triliun rupiah sudah 10 tahun tak selesai.

''Korupsi-korupsi yang terjadi sudah membuat negara ini bangkrut,'' kata Bimbim yang kemarin bersama rekan-rekannya membagi-bagikan compact disc lagu-lagu mereka. Ada 13 lagu yang mereka rangkai secara tematis dan mereka beri judul Slank Antikorupsi.

Slank, kata Kaka, akan mem-back up penuh kerja KPK dan berusaha menyadarkan masyarakat--khususnya para slanker--bahwa korupsi merupakan perbuatan pengkhianatan terhadap bangsa lewat lagu-lagunya. ''Kita marah dan geram karena korupsi masih merajalela,'' katanya.

Terhadap dukungan Slank, Johan Budi mengatakan KPK sangat mengapresiasi. ''Apalagi, mereka sukarela. Tak ada bayaran,'' katanya seraya mengatakan Slank sudah berkomitmen untuk bersama-sama KPK mengampanyekan pemberantasan korupsi lewat konser-konser yang mereka gelar.

Krisbiantoro mengatakan budaya korupsi sudah merajalela sejak era VOC bercokol di Indonesia. Menurut sejarah, Krisbiantoro memaparkan VOC bangkrut karena korupsi. ''Jadi, korupsi di Indonesia ini memang sudah membudaya karena sudah terjadi sejak masa VOC,'' katanya.

Karena memberantas korupsi tak semudah membalik telapak tangan, Krisbiantoro mengatakan komitmen untuk tidak melakukan korupsi dan menjauhi sikap-sikap koruptif harus dimulai sejak muda. ''Harus dilakukan secara serius. Namanya juga memberantas budaya.''

Sebelum meninggalkan KPK sekitar pukul 14.00, Bimbim mengungkapkan rencana Slank merilis album khusus tentang korupsi. Tapi, soal waktunya, para personel Slank belum berani menjanjikan. ''Negara ini harus bebas dari korupsi!'' kata Kaka. Tak ada piss untuk koruptor.


http://www.republika.co.id

One Response to "Tak Ada Piss untuk Koruptor"

My News

5

 
   

Followers