Subscribe to My Blog

Featured Video

 
Selamat Datang di www.arismansuyendra.blogpsot.com, Mudah-mudahan blog ini bermanfaat, semoga tidak termasuk Riya dan Udzub ...Nauzubillah..    
 

TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget by ateonsoft.com Selamat Datang di www.arismansuyendra.blogpsot.com, Mudah-mudahan blog ini bermanfaat, semoga tidak termasuk Riya dan Udzub ...Nauzubillah..    
Barangkali sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (Ibu, Ayah, Suami, Isteri, Anak dan keluarga) khususnya orang tua kita kadangkala kita lupa akan jerih payah mereka dan tak pernah terharu kepada mereka.



Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.


Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata :

"Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"

"Ya, tapi.. aku tak membawa uang", jawab Ana dengan malu-malu.
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai.
"Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".


Tidak lama kemudian, si pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

Ada apa nona?", tanya si pemilik kedai.

"Tidak apa-apa. Aku hanya terharu", jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. Ana meneruskan bicaranya: bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi tapi.. ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, segera mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Dan kau..seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri", katanya kepada sang pemilik kedai “.


Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata:

"Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"

Ana, terhenyak mendengar hal tsb dan bergumam didalam batin nya: "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya"

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, "Ana, kau sudah pulang nak.., cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang".

Barangkali sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (Ibu, Ayah, Suami, Isteri, Anak dan keluarga) khususnya orang tua kita kadangkala kita lupa akan jerih payah mereka dan tak pernah terharu kepada mereka. Kejadian seperti diatas seringkali membuat kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja. Tetapi kasih dan kepedulian orang tua, Suami, Isteri, anak atau keluarga adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir dan bersama mereka. Apakah kita mau menghargai pengorbanan tanpa syarat dari orang tua kita, Suami, Isteri, Anak atau keluarga kita?

Kadangkala kita memang sering terlupakan, hanya dengan persoalan kecil kita tega bertengkar dengan orang tua, Suami, Isteri, keluarga bahkan tega memukul anak kita yang sewaktu masih bayi kita cium-cium, kita gendong kemana-mana. Mengapa kita tidak menjadi kasih dan sabar untuk menyenangkan sesama hati yang kudus bagi mereka, orang tua kita, Suami, Isteri, anak kita dan keluarga kita?


Bacalah tulisan ini sampai habis, Jika Anda mendapat berkat dari tulisan ini, maka bagikan juga kepada sahabat-sahabat Anda..




One Response to "Berterima kasihlah kepada orang tua!"

  1. w@hyu Says:

    iya, kita memang kadang lupa untuk berterima kasih kepada mereka.. terima kasih untuk postingan yg luar biasa dan mengingatkan utk senantiasa berbakti kepada orang tua..

My News

5

 
   

Followers